Sunday, February 25, 2018

Liburan ke Lampung Walk


Assalammualaikum Teman-Teman
Pada cerita saya kali ini, saya akan menceritakan tempat wisata yang telah saya dan saudara kunjungi ketika saudara saya liburan di Lampung pada hari pertama.
                Sepupu saya bernama Dita Marlia. Dita datang ke Lampung pada minggu ke-2  Januari 2018, tetapi saya lupa tanggal ketika dia datang ke Lampung. Dita adalah sepupu saya dari adik ayah saya. Dita tinggal di Palembang, tepatnya di Jakabaring. Dita datang ke Lampung bersama temannya menggunakan transportasi kereta api selama kurang lebih 12 jam untuk tiba di Lampung. Lumayan lama juga yah, hehe :D
                Saya dan Dita adalah sepupu yang umurnya tidak terpaut jauh, hanya sekitar 6 bulan. Oleh karena itu, saya merasa yang saya pikirkan hampir sama seperti dia. Dita awalnya memanggil nama saya dengan sebutan nama, yaitu “Mouli”. Akan tetapi, ayah saya memberitahu kepada dia bahwa dia seharusnya memanggil saya dengan sebutan “ayuk”. Hmm.. kalau saya pribadi terserah mau dipanggil Mouli atau ayuk sama saja, hehe :D
                Saya dan Dita tidak bertemu sudah cukup lama, terakhir ketika kakak sepupu saya menikah di Bandar Lampung.  Dita datang ke Lampung karena dia ingin berlibur. Ketika kereta Dita hampir sampai, kakak saya bergegas untuk menjemput dia di stasiun Tanjung Karang, sedangkan temannya dijemput oleh kakaknya juga. Dita tiba di rumah kakek saya pukul 20.30 WIB. Setelah ia sampai, ia langsung mandi dan membereskan barang yang ia bawa.
                Pada hari pertama, saya mengajak Dita berenang di Lampung Walk. Lampung Walk berada di daerah Way Halim Permai, Way Halim, Kota Bandar Lampung, Lampung 35133. Ketika datang, saya dan Dita bingung masuk ke dalam harus melewati jalan yang mana, karena saya pun belum pernah ke sana, hehe dusun banget yakkk :v
                Lampung Walk buka pukul 08.00-21.00 WIB. harga tiket masuk Lampung Walk 
Senin-Jum'at    Rp30.000,00. 
Sabtu-Minggu Rp40.000,00
          Pada saat berenang,Dita meminta aku untuk mengajarinya berenang. Kami berenang tidak lama, karena cuaca pada saat itu cukup panas. Setelah mengganti pakaian, saya dan Dita lapar karena habis berenang. Lalu, saya dan Dita makan di salah satu tempat makan di Lampung Walk. Saya memesan makanan ayam kremes+jus jambu, sedangkan Dita memesan ayam bakar+jus alpukat. Rasa dari makanan di salah satu resto di Lampung Walk lumayan enak, tetapi ukuran porsinya saya rasa tidak terlalu banyak, heheh :D
                Setelah kami makan, kami berfoto di sana. Kami meminta tolong kepada salah satu pengunjung pada saat itu untuk memfoto kami, dan kami pun bergantian memfoto orang yang sudah memfoto kami. Menurut saya, tempat berfoto yang ada di Lampung Walk cukup bagus, karena Lampung Walk menyediakan tempat berfoto yang cukup bagus.Kemudian, kami pulang pukul 11.30 WIB.
Cerita liburan saya selanjutnya akan saya ceritakan di judul yang berbeda. Selamat membaca, hehe :D
                 

Thursday, February 15, 2018

Ombai

Ombai,
Kau motivator bagiku
Motivator yang menjadi penyemangatku
Motivator yang selalu mengajariku
Yaaa....
Mengajariku banyak hal
Hal yang belum pernahku alami
Hal yang belum pernahku rasakan

Kau bak cahaya
Cahaya yang menjadi penerang dalam hidupku
Cahaya yang menjadi tuntunan dalam hidupku

Kau bak kayu
Kayu yang tetap kokoh 
Ketika hujan dan angin turun
Kayu yang tetap kokoh
Ketika hujan turun begitu deras
Kayu yang tetap kokoh
Ketika hembusan angin begitu kencang
Karena,
Kau selalu kuat menahannya

Ombai, 
Begitu banyak kenangan yang telah kau ukir di dalam hidupku
Kenangan yang akan menjadi bayangan dalam hidupku
Kenangan yang tak mungkin akan terjadi
Lagi, dan lagi

Akan tetapi,
Kenangan itu akan selalu ada
Dalam memoriku
Dalam hatiku
Karena kau,
Sangat berarti bagiku

Selamat tinggal ombai tersayang
Semoga engkau tenang di sana
Dari aku yang selalu menyayangimu
Cucumu.

Wednesday, February 14, 2018

Menulis Kembali

Hai guyyss
Udah lama nih aku gak nulis di blog aku
Terakhir aku nulis sekitar tahun 2013
hmm...
Lumayan lama juga ya guys
Udah sekitar 5 tahunan aku tidak mencurahkan isi hatiku melalui tulisan
WOW...
5 Tahun????
Gak salah?????
YAAAA..
GAK SALAH!!!!

Kalian pasti bingung kan kenapa aku sekarang ingin menghidupkan kembali blog aku?
hmmm...
Jawabannya aku ingin menghidupkan kembali blog aku karena aku ingin belajar menulis kembali

Dulu aku senang menulis
Akan tetapi,
Lambat laun aku menjadi malas menulis

Dulu hidupku kuhabiskan untuk menulis
Menulis hal yang seharusnya tidak aku tulis
Tapi,
Ya itu cara aku untuk mengungkapkan isi hatiku
Karena menurutku dengan menulis,
semua perasaan yang ada di benak sedikit demi sedikit terobat

Di dalam blog ini aku akan membagikan pegalamanku, tugasku, dan hal lainnya.
Selamat membaca guysss...
wkwkw :D

Wednesday, December 25, 2013

Cerpen Pengalamanku "Bertamasya ke Pantai Bagus"



              Langit mendung, hujanpun turun dengan sangat deras. Tepat pukul 07.30 WIB, aku menunggu hujan reda.
            “Kak, ayo kita berangkat. Dek Mouli sudah ditunggu teman-teman,” ajakku (sambil          memegang handphone).

            “Ayo... tapi, pake jaket,” ucap kakakku.
            Kami berangkat dengan hati-hati karena turun hujan menyebabkan jalan menjadi licin. Setelah menempuh jalanan yang lumayan jauh, akhirnya aku sampai juga di tempat yang dituju.
            Aku meminta maaf pada wali kelasku (sambil menyalimnya),
            “Maaf bu, saya terlambat karena di tempat tinggal saya hujan deras”.
            “Ya sudah, tidak apa-apa. Ayo kita berangkat!,” jawab wali kelasku.
            Setelah itu kami menaiki sebuah angkot yang berwarna jingga untuk menuju ke Pantai Bagus. Kami tetap senang, walaupun kami naik angkot. Kami menginginkan kebersamaan untuk itu, kami menyetor angkot yang tidak begitu bagus. Di dalam angkot, kami bernyanyi bersama-sama. Tidak terasa, kami sudah sampai di Pantai Bagus pada pukul 09.00 WIB, Kemudian kami langsung membereskan tempat untuk beristirahat. Tepat pukul 11.00 WIB, kami berganti pakaian untuk berenang.
            Ada salah satu temanku tidak membawa baju. Jadi, kami tarik badannya bersama-sama ke laut, hingga semua bajunya basah. Sebenarnya, dia cukup kecewa pada kami, karena bajunya basah. Tetapi, yang dia permasalahkan bukan bajunya yang basah, melainkan karena dia tidak membawa pakaian ganti.
            Dengan seiringnya waktu, dia tidak menghiraukan baju apa yang nanti ia pakai setelah berenang. Dia tetap saja melanjutkan berenang bersama kami. Pada saat berenang, ada temanku bernama Fikri dan Doni tenggelam. Dari kejauhan, suara teriakan merekapun terdengar,
            “Tooooolooonnggg!!! Tooolooonggg!!! Tooooloooonggg!!!,” teriak Fikri dan Doni            dengan serentak.
            Lalu, temanku bernama Iqbal dan Rifki langsung menolongnya. Bukannya berterima kasih karena sudah ditolong, tetapi Fikri menyelupkan kepala Iqbal ke dalam air. Beruntung, semua temanku tidak apa-apa dan kami melanjutkan berenang.
                        Waktu berenang, aku selalu mengusili teman-temanku. Salah satunya, ketika ada yang berenang menggunakan ban, bannya aku balik, hingga temanku terjatuh ke dalam air. Karena keusilanku, mereka ingin membalas perbuatanku, mungkin supaya aku menyesal. Ketika aku sedang berenang memakai ban, ban yang aku pakai dibalikkan begitu saja oleh temanku. Beruntung, air tempat aku berenang tidak terlalu dalam. Tiba-tiba aku susah bernapas karena hidungku kemasukan air. Aku menjerit meminta tolong kepada temanku.
            “Toloooonnngggg!!! Hidungku kemasukan air”
            Seorang temanku berteriak, “Kamu kualat karena kamu sudah menjahili temanmu sendiri, sehingga hidungmu kemasukan air”
            “Tidak apa-apa. ya sudah, aku minta maaf,” jawabku (sambil menjulurkan lidah dan          bersalaman dengan temanku).
            Setelah berenang, kami langsung mengganti pakaian yang basah dengan pakaian yang kering. Seusai mengganti pakaian basah, aku, Yeni, Ayu, Erika, bergegas menuju sebuah mushola untuk menunaikan solat zuhur di pantai bagus.
            “Sudah belum ganti pakaiannya?,” tanyaku (sambil mengetuk pintu toilet).
            “Sudah, ayo kita kita ke mushola,” jawab Yeni (sambil memegang mukena).
            Sehabis solat zuhur, kami langsung menuju tempat peristirahatan. Di sana banyak sekali makanan karena setiap kelompok di kelasku membuat makanan. Sebelum menyantap manisan dan lain-lain, kami makan nasi terlebih dahulu, agar besoknya tidak sakit. Nasi yang kami makan, bukanlah nasi yang kami bawa dari rumah masing-masing individu. Melainkan, kami sumbangan untuk membeli nasi kotak karena kamiberfikir, bahwa nasi yang kami makan, menunya harus sama. Apabila menunya berbeda, akan menimbulkan rasa iri terhadap sesama teman lainnya.
            “Dimana nasinya,” tanyaku.
            “Ini nasinya,” jawab temanku (sambil memberikan sekotak nasi kepadaku).
            “Terima kasih,” ucapku (sambil mengambil nasi dan tersenyum).
               Setelah makan nasi, kami langsung mencicipi makanan yang telah dibuat oleh masing-masing kelompok di kelasku.
            “Tolong ambilin pempek yu,” kataku, (sambil menunjuk pempek).
            “Ini,” jawab Ayu, (sambil memberikan pempek kepadaku).
            Selain pempek dan manisan, masih banyak lagi makanan yang kami buat, antara lain : es buah, brownies, puding, dan bolu labu. Semua makanan habis, waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB, kami bersiap-siap untuk pulang.
            Sebelum pulang, kami berfoto bersama-sama. Beruntung, ada kakak kelasku yang pada saat itu lagi jalan-jalan kelas seperti kami. Lalu, kami memintanya untuk memfoto kami.
            “Kak, tolong fotoin sih,” kata salah satu temanku (sambil memberikan kamera).
            “Sini,” mintanya.
            “Terima kasih kak,” ucap kami serentak (sambil tersenyum).
            “Sama-sama,” jawab kakak kelasku (sambil membalas senyuman kami).
            Seusai berfoto, angkot berwarna jingga yang menjemput kami sudah datang dan sekarang waktunya pulang. Air hujan yang turun sangat deras hingga terjatuh dipipiku, kini berubah menjadi sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan yang tidak akan pernah kulupakan, selama hidupku.

Friday, December 13, 2013

Puisi "Kebohongan"

orang di dunia ini pasti pernah brbohong,
wlaupun kcil kbohongan yg ia lkukan..

trnyta kbohongan itu buat kta msuk kdalam jrang yg kta gli sndri.
satu kali kta berbohong, psti akn mngulanginya,
bgtu strusnya..

cra yg ampuh mngatasi kbhongan adlah brbuat jujur..
klu kta brbuat jjur psti kta mrsa tnang, dn nyaman
lain halnya dngan kbohongan..

kbohongan jg slain mrsak kta, bsa jdi mrsak orng lain.
kta tdak sdar bhwa brbohong itu sngatlah menyakitkan..
dan d hri akhir pula mulut kta dpotong, sngatlah skit bla mlut kta dptong..

mnghilangkan smua kbohongan itu ssah dhlangkan,
hnya dri kta sndri yg dpat mnghlangkan itu smua..

wlau kta pnya kslahan,
blajarlah kta untk jjur, kta tdak bleh mlhat sesudahnya..
wlaupun orng yg dlu kta bhongi, skrang kta brtrus trang dia psti bangga sma kta..
krna itu slain kta bljar berbuat jjur, kta mnguji sbrapa bsarnya keberanian kta..

jdi, endingnya belajarlah kta smua berbuat JUJUR.