Langit
mendung, hujanpun turun dengan sangat deras. Tepat pukul 07.30 WIB, aku menunggu hujan reda.
“Kak, ayo kita berangkat. Dek Mouli
sudah ditunggu teman-teman,” ajakku (sambil memegang handphone).
“Ayo... tapi, pake jaket,” ucap
kakakku.
Kami berangkat
dengan hati-hati karena turun hujan menyebabkan jalan menjadi licin. Setelah
menempuh jalanan yang lumayan jauh, akhirnya aku sampai juga di tempat yang
dituju.
Aku meminta maaf pada wali kelasku (sambil
menyalimnya),
“Maaf bu, saya terlambat karena di
tempat tinggal saya hujan deras”.
“Ya sudah, tidak apa-apa. Ayo kita
berangkat!,” jawab wali kelasku.
Setelah itu kami
menaiki sebuah angkot yang berwarna jingga untuk menuju ke Pantai Bagus. Kami
tetap senang, walaupun kami naik angkot. Kami menginginkan kebersamaan untuk
itu, kami menyetor angkot yang tidak begitu bagus. Di dalam angkot, kami
bernyanyi bersama-sama. Tidak terasa, kami sudah sampai di Pantai Bagus pada
pukul 09.00 WIB, Kemudian kami langsung membereskan tempat untuk beristirahat.
Tepat pukul 11.00 WIB, kami berganti pakaian untuk berenang.
Ada salah satu
temanku tidak membawa baju. Jadi, kami tarik badannya bersama-sama ke laut,
hingga semua bajunya basah. Sebenarnya, dia cukup kecewa pada kami, karena
bajunya basah. Tetapi, yang dia permasalahkan bukan bajunya yang basah, melainkan
karena dia tidak membawa pakaian ganti.
Dengan seiringnya
waktu, dia tidak menghiraukan baju apa yang nanti ia pakai setelah berenang.
Dia tetap saja melanjutkan berenang bersama kami. Pada saat berenang, ada
temanku bernama Fikri dan Doni tenggelam. Dari kejauhan, suara teriakan
merekapun terdengar,
“Tooooolooonnggg!!! Tooolooonggg!!!
Tooooloooonggg!!!,” teriak Fikri dan Doni dengan
serentak.
Lalu, temanku
bernama Iqbal dan Rifki langsung menolongnya. Bukannya berterima kasih karena
sudah ditolong, tetapi Fikri menyelupkan kepala Iqbal ke dalam air. Beruntung,
semua temanku tidak apa-apa dan kami melanjutkan berenang.
Waktu berenang, aku selalu mengusili
teman-temanku. Salah satunya, ketika ada yang berenang menggunakan ban, bannya
aku balik, hingga temanku terjatuh ke dalam air. Karena keusilanku, mereka
ingin membalas perbuatanku, mungkin supaya aku menyesal. Ketika aku sedang
berenang memakai ban, ban yang aku pakai dibalikkan begitu saja oleh temanku. Beruntung,
air tempat aku berenang tidak terlalu dalam. Tiba-tiba aku susah bernapas
karena hidungku kemasukan air. Aku menjerit meminta tolong kepada temanku.
“Toloooonnngggg!!!
Hidungku kemasukan air”
Seorang temanku berteriak, “Kamu
kualat karena kamu sudah menjahili temanmu sendiri,
sehingga hidungmu kemasukan air”
“Tidak apa-apa. ya sudah, aku minta
maaf,” jawabku (sambil menjulurkan lidah dan bersalaman dengan temanku).
Setelah berenang,
kami langsung mengganti pakaian yang basah dengan pakaian yang kering. Seusai
mengganti pakaian basah, aku, Yeni, Ayu, Erika, bergegas menuju sebuah mushola
untuk menunaikan solat zuhur di pantai bagus.
“Sudah belum ganti pakaiannya?,”
tanyaku (sambil mengetuk pintu toilet).
“Sudah, ayo kita kita ke mushola,”
jawab Yeni (sambil memegang mukena).
Sehabis solat zuhur,
kami langsung menuju tempat peristirahatan. Di sana banyak sekali makanan
karena setiap kelompok di kelasku membuat makanan. Sebelum menyantap manisan
dan lain-lain, kami makan nasi terlebih dahulu, agar besoknya tidak sakit. Nasi
yang kami makan, bukanlah nasi yang kami bawa dari rumah masing-masing
individu. Melainkan, kami sumbangan untuk membeli nasi kotak karena kamiberfikir, bahwa nasi yang kami makan, menunya harus sama. Apabila menunya
berbeda, akan menimbulkan rasa iri terhadap sesama teman lainnya.
“Dimana nasinya,” tanyaku.
“Ini nasinya,” jawab temanku (sambil
memberikan sekotak nasi kepadaku).
“Terima kasih,” ucapku (sambil
mengambil nasi dan tersenyum).
Setelah
makan nasi, kami langsung mencicipi makanan yang telah dibuat oleh
masing-masing kelompok di kelasku.
“Tolong ambilin pempek yu,” kataku,
(sambil menunjuk pempek).
“Ini,” jawab Ayu, (sambil
memberikan pempek kepadaku).
Selain pempek dan
manisan, masih banyak lagi makanan yang kami buat, antara lain : es buah,
brownies, puding, dan bolu labu. Semua makanan habis, waktu menunjukkan pukul
14.00 WIB, kami bersiap-siap untuk pulang.
Sebelum pulang,
kami berfoto bersama-sama. Beruntung, ada kakak kelasku yang pada saat itu lagi
jalan-jalan kelas seperti kami. Lalu, kami memintanya untuk memfoto kami.
“Kak, tolong fotoin sih,” kata salah
satu temanku (sambil memberikan kamera).
“Sini,” mintanya.
“Terima kasih kak,” ucap kami
serentak (sambil tersenyum).
“Sama-sama,” jawab kakak kelasku (sambil
membalas senyuman kami).
Seusai berfoto,
angkot berwarna jingga yang menjemput kami sudah datang dan sekarang waktunya
pulang. Air hujan yang turun sangat deras hingga terjatuh dipipiku, kini
berubah menjadi sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan yang tidak akan pernah
kulupakan, selama hidupku.
No comments:
Post a Comment