Wednesday, December 25, 2013

Cerpen Pengalamanku "Bertamasya ke Pantai Bagus"



              Langit mendung, hujanpun turun dengan sangat deras. Tepat pukul 07.30 WIB, aku menunggu hujan reda.
            “Kak, ayo kita berangkat. Dek Mouli sudah ditunggu teman-teman,” ajakku (sambil          memegang handphone).

            “Ayo... tapi, pake jaket,” ucap kakakku.
            Kami berangkat dengan hati-hati karena turun hujan menyebabkan jalan menjadi licin. Setelah menempuh jalanan yang lumayan jauh, akhirnya aku sampai juga di tempat yang dituju.
            Aku meminta maaf pada wali kelasku (sambil menyalimnya),
            “Maaf bu, saya terlambat karena di tempat tinggal saya hujan deras”.
            “Ya sudah, tidak apa-apa. Ayo kita berangkat!,” jawab wali kelasku.
            Setelah itu kami menaiki sebuah angkot yang berwarna jingga untuk menuju ke Pantai Bagus. Kami tetap senang, walaupun kami naik angkot. Kami menginginkan kebersamaan untuk itu, kami menyetor angkot yang tidak begitu bagus. Di dalam angkot, kami bernyanyi bersama-sama. Tidak terasa, kami sudah sampai di Pantai Bagus pada pukul 09.00 WIB, Kemudian kami langsung membereskan tempat untuk beristirahat. Tepat pukul 11.00 WIB, kami berganti pakaian untuk berenang.
            Ada salah satu temanku tidak membawa baju. Jadi, kami tarik badannya bersama-sama ke laut, hingga semua bajunya basah. Sebenarnya, dia cukup kecewa pada kami, karena bajunya basah. Tetapi, yang dia permasalahkan bukan bajunya yang basah, melainkan karena dia tidak membawa pakaian ganti.
            Dengan seiringnya waktu, dia tidak menghiraukan baju apa yang nanti ia pakai setelah berenang. Dia tetap saja melanjutkan berenang bersama kami. Pada saat berenang, ada temanku bernama Fikri dan Doni tenggelam. Dari kejauhan, suara teriakan merekapun terdengar,
            “Tooooolooonnggg!!! Tooolooonggg!!! Tooooloooonggg!!!,” teriak Fikri dan Doni            dengan serentak.
            Lalu, temanku bernama Iqbal dan Rifki langsung menolongnya. Bukannya berterima kasih karena sudah ditolong, tetapi Fikri menyelupkan kepala Iqbal ke dalam air. Beruntung, semua temanku tidak apa-apa dan kami melanjutkan berenang.
                        Waktu berenang, aku selalu mengusili teman-temanku. Salah satunya, ketika ada yang berenang menggunakan ban, bannya aku balik, hingga temanku terjatuh ke dalam air. Karena keusilanku, mereka ingin membalas perbuatanku, mungkin supaya aku menyesal. Ketika aku sedang berenang memakai ban, ban yang aku pakai dibalikkan begitu saja oleh temanku. Beruntung, air tempat aku berenang tidak terlalu dalam. Tiba-tiba aku susah bernapas karena hidungku kemasukan air. Aku menjerit meminta tolong kepada temanku.
            “Toloooonnngggg!!! Hidungku kemasukan air”
            Seorang temanku berteriak, “Kamu kualat karena kamu sudah menjahili temanmu sendiri, sehingga hidungmu kemasukan air”
            “Tidak apa-apa. ya sudah, aku minta maaf,” jawabku (sambil menjulurkan lidah dan          bersalaman dengan temanku).
            Setelah berenang, kami langsung mengganti pakaian yang basah dengan pakaian yang kering. Seusai mengganti pakaian basah, aku, Yeni, Ayu, Erika, bergegas menuju sebuah mushola untuk menunaikan solat zuhur di pantai bagus.
            “Sudah belum ganti pakaiannya?,” tanyaku (sambil mengetuk pintu toilet).
            “Sudah, ayo kita kita ke mushola,” jawab Yeni (sambil memegang mukena).
            Sehabis solat zuhur, kami langsung menuju tempat peristirahatan. Di sana banyak sekali makanan karena setiap kelompok di kelasku membuat makanan. Sebelum menyantap manisan dan lain-lain, kami makan nasi terlebih dahulu, agar besoknya tidak sakit. Nasi yang kami makan, bukanlah nasi yang kami bawa dari rumah masing-masing individu. Melainkan, kami sumbangan untuk membeli nasi kotak karena kamiberfikir, bahwa nasi yang kami makan, menunya harus sama. Apabila menunya berbeda, akan menimbulkan rasa iri terhadap sesama teman lainnya.
            “Dimana nasinya,” tanyaku.
            “Ini nasinya,” jawab temanku (sambil memberikan sekotak nasi kepadaku).
            “Terima kasih,” ucapku (sambil mengambil nasi dan tersenyum).
               Setelah makan nasi, kami langsung mencicipi makanan yang telah dibuat oleh masing-masing kelompok di kelasku.
            “Tolong ambilin pempek yu,” kataku, (sambil menunjuk pempek).
            “Ini,” jawab Ayu, (sambil memberikan pempek kepadaku).
            Selain pempek dan manisan, masih banyak lagi makanan yang kami buat, antara lain : es buah, brownies, puding, dan bolu labu. Semua makanan habis, waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB, kami bersiap-siap untuk pulang.
            Sebelum pulang, kami berfoto bersama-sama. Beruntung, ada kakak kelasku yang pada saat itu lagi jalan-jalan kelas seperti kami. Lalu, kami memintanya untuk memfoto kami.
            “Kak, tolong fotoin sih,” kata salah satu temanku (sambil memberikan kamera).
            “Sini,” mintanya.
            “Terima kasih kak,” ucap kami serentak (sambil tersenyum).
            “Sama-sama,” jawab kakak kelasku (sambil membalas senyuman kami).
            Seusai berfoto, angkot berwarna jingga yang menjemput kami sudah datang dan sekarang waktunya pulang. Air hujan yang turun sangat deras hingga terjatuh dipipiku, kini berubah menjadi sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan yang tidak akan pernah kulupakan, selama hidupku.

Friday, December 13, 2013

Puisi "Kebohongan"

orang di dunia ini pasti pernah brbohong,
wlaupun kcil kbohongan yg ia lkukan..

trnyta kbohongan itu buat kta msuk kdalam jrang yg kta gli sndri.
satu kali kta berbohong, psti akn mngulanginya,
bgtu strusnya..

cra yg ampuh mngatasi kbhongan adlah brbuat jujur..
klu kta brbuat jjur psti kta mrsa tnang, dn nyaman
lain halnya dngan kbohongan..

kbohongan jg slain mrsak kta, bsa jdi mrsak orng lain.
kta tdak sdar bhwa brbohong itu sngatlah menyakitkan..
dan d hri akhir pula mulut kta dpotong, sngatlah skit bla mlut kta dptong..

mnghilangkan smua kbohongan itu ssah dhlangkan,
hnya dri kta sndri yg dpat mnghlangkan itu smua..

wlau kta pnya kslahan,
blajarlah kta untk jjur, kta tdak bleh mlhat sesudahnya..
wlaupun orng yg dlu kta bhongi, skrang kta brtrus trang dia psti bangga sma kta..
krna itu slain kta bljar berbuat jjur, kta mnguji sbrapa bsarnya keberanian kta..

jdi, endingnya belajarlah kta smua berbuat JUJUR.

Puisi "Ibu"

rasa sayangmu kepadaku sangatlah besar
kau... relakan nyawamu hanya demi anakmu
kau.. relakan bekerja seharian hanya demi anakmu
kau.. selalu membelaku,
walaupun aku yang salah..
kau.. selalu memotifasiku,
agar aku menjadi anak yang cerdas, mandiri, sholeh, dan sholehah..

banyak di luar sana yang telah menyianyiakanmu
anak yang durhaka!!!!
anak yang tidak punya rasa iba dan kasih sayang..

padahal,,
sejelek-jeleknya ibu, dia tetap ibu kita!!!
semiskin-miskin dia, dia tetap ibu kita!!

tidak ada orang yang mau merelakan nyawanya hanya demi kita,,
kalau bukan ibu kita sendiri..

sayangilah ibu kita..
kita masih beruntung dia masih ada..
kelak..
dia tidak ada lagi di dunia ini kita akan menyesal..

saran: janganlah kita bersikap sekali kasar pada ibu kita..

Puisi "Optimis"

semua manusia menginginkan dirinya sukses
di dunia maupun di akhirat..
tetapi,
kalau kelakuannya aja tidak berubah
gimana dia mau sekses..???

kalau kita ingin sukses,
kita harus berusaha, berdo'a
agar semua yang kita inginkan tercapai

hal yang paling penting..
kita harus menjaga bicara kta
kepada orang yang lebih tua dari kita.
terutama ibu kita,
kalau ibu kita salah bicara,
kita lah yang akan menyesal..

selain itu juga,,
kita tidak boleh berpengaruh pada orang lain..
berusahalah kita bersifat optimis..
karna manusia optimis adalah manusia
yang tidak akan menyesal apa yang telah ia putuskan..

malah, sebaliknya...
mereka akan mendapat sebuah..
pengalaman yang sangat besar,,
mereka yakin dari semua kegagalan mereka,
itu akan ada suatu keberhasilan yang tertunda..

Puisi "Penghianat"

tetesan air mata,
yang mengalir dimataku..
aku menangis..
karna engkau..
engkau, yang tak setia padaku.

buat apa aku menangisimu???
belum tentu kamu juga menangisiku...

kaulah sahabat..
yang hanya bisa memanfaatkan sahabatnya sendiri..
di kala suka kau mendekatiku,
di kala duka kau menjauh dariku..

seandainya...
aku bisa mendapat sahabat yang setia padaku,
tetapi..
itu semua tidak mungkin.

aku..
hanya ingin mencari sahabat..
yang mau menerima ku apa adanya???
bukan karena ada apanya dariku???

Puisi "Egois"

memulai semua dari nol..
dari kita yang selalu bersama-sama,
dan sampe sekarang..

aku tak tahu bagaimana sikapmu itu,,
sikapmu yang terlalu egois,
membuat aku tak nyaman padamu..

kamu yang selalu mengaturku,
asal kamu tahu aja ya??
aku itu gak mau di atur-atur sama siapa aja..

dan kamu selalu merasa..
aku itu membutuhkan kamu..
tidak ada yang berarti bagi aku,
di dunia ini,,
kalau bukan keluarga ku..

aku sama kamu itu..
mulai sekarang bukan siapa-siapa lagi..

aku ingin belajar melupakanmu,
slama-lamanya..

Puisi "Mengalah"

setiap manusia ..
menginginkan dirinya selalu menjadi pemenang..
padahal yang mereka lakukan,
ialah salah besar.

kalau seandainya mereka tau,
kemenangan itu tidak selalu berpihak pada kita,
begitu pula dengan orang lain..

hal yang membuat mereka itu adalah sifat egois..
mereka selalu tidak mau mengalah,
dalam apapun..

bila kita tahu,,
mengalah itu
lebih baik .,,
daripada tidak mengalah..

hey!!!
tetapi,,,
mengalah itu hanya untuk kebaikan lho!!!
bukan kejahatan...

kalau kita mengalah demi kejahatan,,
percuma aja kita mengalah..

dan mengalah itu membuat kita..
menjadi lebih dewasa sebelumnya.
yang pastinya menahan egois kita..

Puisi "Pengorbanan Orang tua"

aku termenung,
dengan masa laluku..
masa lalu,,
yang menyenangkan dan mengharukan..

disana aku dan teman-teman,
yang selalu berbegi cerita,
sedih maupun senang.

setiap hari,
kami selalu bersama,
bermain, belajar, dsb.

tapi,
sekarang sudah berubah drastis..

kami,,
berpisah dalam sekolah yang berbeda..
ada yang di pulau Jawa..
dan sebagian di pulau Sumatra...

tetapi,,
itu semua ..
tidak menjadi penghalang kami.
kami selalu berkomunikasi,
walaupun jauh..

karena..
kami sadar,,
teman lama itu tidak bisa dilupakan..

Puisi "Teman"

aku termenung,
dengan masa laluku..
masa lalu,,
yang menyenangkan dan mengharukan..

disana aku dan teman-teman,
yang selalu berbegi cerita,
sedih maupun senang.

setiap hari,
kami selalu bersama,
bermain, belajar, dsb.

tapi,
sekarang sudah berubah drastis..

kami,,
berpisah dalam sekolah yang berbeda..
ada yang di pulau Jawa..
dan sebagian di pulau Sumatra...

tetapi,,
itu semua ..
tidak menjadi penghalang kami.
kami selalu berkomunikasi,
walaupun jauh..

karena..
kami sadar,,
teman lama itu tidak bisa dilupakan..

Puisi "Meratapi"

meratapi yang sudah terjadi..
aku,
selalu ingin dekat denganmu.
tapi, itu mungkin hanya sia-sia..

kau slalu menjauh dariku,
sejak kejadian itu..


memang benar kata temen-temen aku..
kamu hanya memanfaatkan aku saja,
sebagai sahabatmu..

sakit rasanya kau diamkan aku.
tapi,
percuma aja..

kalau aku menegur kau,
kau slalu menganggapku tak ada..

sekarang aku sadar,,
buat apa aku menangisimu..
belum tentu juga kamu menangisiku.

dan,
perlu kamu tau..
masih banyak yang ingin menjadi sahabatku,
yang menerimaku apa adanya,,
bukan seperti kau ..
yang ingin menerima aku karena ada apanya??

seandainya,,
aku bisa memutarkan semua waktu itu,,
aku tak ingin menjadi sahabatku..

Saturday, December 7, 2013

Puisi "Sebuah Penyesalan"

aku sedih mereka tiada lagi..
aku menyesal,,
ketika mereka masih ada..

mereka yang selalu menasihatiku,,
tetapi,
itu tidak seperti yang aku alamin sekarang..

ketika,
mereka menasihatiku,
aku selalu mengabaikannya..
tetapi,
sekarang aku menyesal..

ketika,,
mereka sakit..
aku kemana??
aku tidak ada disampingnya..
hingga mereka menutup mata..

bayang-bayang masa lalu,,
yang sangat pedih buatku..

dulu,,
aku selalu melawan mereka..
tetapi.,,
sekarang aku sangat menyesal.

oohhh..
ayah dan ibu..
sudihkah engkau memaafkan anakmu..
mungkin,
di akhirat sana kau tak mendengar..
tetapi,,
aku mohon beri aku kesempatan untuk
memperbaiki itu semua..

dan seandainya aku bisa memutarkan waktu..
aku pengen di masa-masa terakhirmu,,
aku selalu ada di dekatmu..


"jadi, pesannya janganlah kita membentak kedua orang tua..
apalagi sampai membuat mereka menangis..
niscaya ketika mereka tiada lagi kita akan menyesal seumur hidup"

by : Moulia Mahyu